Menikah itu …

Secara sederhana menikah itu seperti bermain bakiak panjang  untuk 2 orang, dimana kita harus memilih partner yang seirama dengan jalan kita. Kita berdua harus berjalan bersama sambil saling menjaga agar tidak terjatuh.

It’s like the game in the sense that your partner and you understand each other perfectly where to go.

Both of you agree that when something got rougth, blaming the other for falling down will not do any good. Picking up the other’s shoulder and support him / her to keep on walking is the only way to get to the finish line

Sesederhana itukah? Nyatanya, kalo seseorang sudah memutuskan akan menikah, tentunya bukan hanya berjalan bersama. Ada kalanya akan menangis bersama, terjatuh bersama, tertawa bersama, terbang bersama.

Lucu juga, aku yang belum menikah justru pingin banget posting tentang menikah. Entah kenapa, saat aku posting ini hatiku terasa sesak. Bercampur aduk, haru biru jadi satu.

Menghadapi kenyataan, sudah saatnya aku menjadi seorang istri rasa bahagia dan haru itu menyusup diam-diam di relungku.

You can leave a response, or trackback from your own site.

4 Responses to “Menikah itu …”

  1. Jizu says:

    weleh-weleh…gitu ya mer… ^_____^V
    JK = jangan Kelamaan …heheheheheh Cepetan Menikah..

  2. WWWWWWWWWWoooooooooooooooooooooooowwwwwwwwwwwww

    Menikah?
    Semua orang boleh menulis tentang apa saja yang ada di dalam benaknya. Asal tidak menyinggung, menyakiti, mencemarkan nama baik dan lain-lain yang membuat orang lain tidak enak, singkatnya begitu. Ini etika menulis yang bisa dibaca oleh orang banyak. (Bukan takut seperti kasus bu Prita lo, semoga beliau diberi kebaikan).

    Menikah?
    Tidak harus berjalan, tertawa, menangis … bersama. Di dalam dunia pernikahan yang dipersiapkan adalah mental untuk menghadapi pasangan. SIAP MENERIMA DAN MEMBERI APA ADANYA, biasanya kalau masih dalam taraf HAMPIR seperti Mer n Her ini yang ada nampak baiknya saja. Ada yang kurang bahkan tidak baik TIDAK NAMPAK karena yang ada dalam hati perasaan DIRIMU SEORANG.

    Ada beberapa teman bilang: Pasangan setelah menikah yang
    dirasakan … enaknya itu hanya sepuluh persen.
    Ada teman lain bertanya: loooh yang sembilan puluh persen tidak
    enak?
    Ada teman yang lain menjawab: oooooooooo jangan salah bung,
    itu sudah menjadi rahasia umum. sembilan puluh
    persen uuuuueeenaaaaaaaaaak tenan!

    Intinya semua apa yang ada setelah pernikahan itu enak, asal semua dirasakan ENAK KEPENAK LAN NGEPENAKAKE. Jangan pernah berpikiran TIDAK enak. POSITIVE THINKING terhadap semua hal yang terjadi.

    Semoga program yang sudah semakin dekat terlaksana dengan baik dan sukses selalu.

  3. Meryna says:

    Aziz : Sampeyan juga JK, bang Piul aja mo menikah loh. Pean kapan mas?
    P. Eko : Iya pak, terima kasih nasehatnya. Saya tunggu yang berikutnya, mohon doanya ya pak

  4. Jizu says:

    Insya Allah kalo sudah waktunya…..target 2010 heheheheh

Leave a Reply